Stroke!

Stroke!Beberapa saat yang lalu, saya mendapat kabar yang tidak enak dari Bandung. Ibu mengabarkan kalau baru saja pulang dari klinik. Katanya habis mengantar Bapak yang kena stroke. Ah, penyakit yang saya takutkan mengenai orang tua saya ternyata telah menjadi kenyataan. Tapi masih untunglah masih ada kabar baiknya, yaitu stroke-nya masih dalam taraf ringan. Tapi yang namanya stroke tetaplah stroke. Efeknya sungguh seketika. Kabarnya lengan dan kaki kiri beliau sudah susah digerakkan. Sepertinya gejala kelumpuhan sementara. Akibat stroke katanya memang biasa demikian.

Gejalanya memang sudah terlihat sejak beberapa minggu belakangan ini. Sekitar tiga minggu yang lalu Bapak sempat diperiksa ke dokter karena bola mata sebelah kanan kalau tidak salah mendadak menjadi merah menghitam. Setalah dibawa berobat, dokter mendiagnosa katanya ada pembuluh darah di mata yang pecah. Akibatnya kemungkinan dari tekanan darah. Tapi ketika diperiksa, tekanan darah beliau katanya normal. Continue reading »

Website Easywork Akhirnya Tayang Juga!

Setelah beberapa lama domainnya parkir terus, akhirnya tayang juga. Sengaja dibuat dengan WordPress dengan maksud agar lebih mudah mengelolanya. Lagi pula waktu buat mengembangkan dari awal sepertinya tidak ada. Tapi ini tampaknya sudah lebih dari cukup. Hanya tinggal menambah isinya saja. Paling tidak sudah cukuplah untuk publikasi profil perusahaan dan publikasi produk. Silakan berkunjung ke http://www.easywork.co.id.

Terima kasih kepada WordPress.

Shortest Path Finder dengan Djikstra’s Algorithm

Shortest path finder adalah metoda berupa algoritma yang digunakan untuk mencari rute terdekat. Ada banyak algoritma yang bisa digunakan. Dua algoritma yang paling poluler adalah Djikstra dan A* (baca: A star). Walaupun sama-sama bisa digunakan untuk mencari rute terdekat, namun keduanya memiliki prinsip yang berbeda. Hal itu menyebabkan keduanya digunakan pada jenis kasus yang bebeda pula. Bahasan kali ini akan difokuskan pada algoritma djikstra. A* insya allah akan dibahas pada tulisan yang akan datang.

Algoritma djikstra diperkenalkan pertama kali oleh  Edsger Dijkstra, seorang ilmuan komputer berkebangsaan Belanda pada tahun 1959. Algoritma ini menjadi tulang punggung dari link-state routing. Link-state routing adalah satu dari dua kelas utama dari routing protocol yang digunakan pada packet switching networks dalam dunia komunikasi komputer (computer communications). Agar bisa menentukan rute terdekat, djikstra memerlukan informasi berupa sebuah routing table. Routing table ini berisi kumpulan informasi simpul (vertex/node) dalam bentuk tabular. Continue reading »

Tomcat Hinggap Di Bantal

Serangga Tomcat
Ah ternyata tomcat sudah mampir di rumah saya di Serpong. Untung keliatan sama si bunda waktu si tomcat lagi kerayapan di guling. Jadi ini toh serangga yang menghebohkan itu. Akhirnya bisa liat dari dekat. Foto-foto dulu si tomcatnya, langsung dibuang ke luar rumah.

Rare Occurrence, Serpong in the Fog

Hore, Serpong berkabut juga! :)

Rekursi (Recursion)

Recursion descriptionRekursi atau dalam bahasa Inggris disebut recursion, atau orang sering menyebutnya sebagai rekursif, adalah proses perulangan dengan menggunakan cara “yang serupa dengan dirinya sendiri (self-similar)”. Sepertinya memang agak sulit untuk membayangkannya dengan hanya menggunakan bahasa definitif seperti di atas. Mungkin lebih mudah dengan melihat gambar Monalisa yang ada di samping. Ya, itulah yang dimaksud dengan rekursi atau recursion.

Dari definisi di atas dan dari melihat gambar Monalisa di samping, kita bisa cepat menarik kesimpulan bahwa  rekursi itu pada dasarnya adalah sebuah perulangan (looping) yang terjadi dengan sendirinya akibat dari suatu proses yang memanggil dirinya sendiri. Perulangan yang terjadi pada proses rekursi akan terus berjalan sampai pada kondisi tertentu yang diinginkan. Jadi hal yang harus benar-benar diperhatikan dalam rekursi adalah harus adanya kondisi yang bisa membuat proses perulangan berhenti.

Rekursi dalam dunia komputasi menempati posisi yang sangat penting. Banyak permasalah yang sangat rumit dan kompleks secara perhitungan bisa diselesaikan dengan proses rekursi, terutama dalam bidang Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), karena rekursi pada hakikatnya adalah menyelesaikan masalah dengan sebuah proses serupa yang lebih sederhana. Continue reading »

Kasus Sandal Jepit dan Rasa Keadilan

Hakim sudah mengetok palu dan menjatuhkan vonis untuk kasus sandal jepit. Banyak pihak yang memuji bahwa putusan hakim sudah tepat. Tapi yang menarik untuk dicermati sebenarnya bukan masalah proses pengadilan atau putusan hakimnya. Yang lebih menarik justru tuntutan jaksanya. Jaksa menuntuk terdakwa untuk penjara 5 tahun kurungan untuk kesalahan yang telah diperbuatnya, yaitu mencuri sandal jepit bekas.

Wow! Kenapa tuntutannya bisa sebegitu galak ya. Jadi kepingin tahu,  apa dasar jaksa sampai mengajukan tuntutan seberat itu. Tuntutan 5 tahun penjara hanya karena mencuri sepasang sandal jepit bekas itu sangat tidak pantas dan tidak masuk akal. Pertanyaannya, apa jaksa tidak malu ya mengajukan tuntutan seperti itu sementara ketika mereka berhadapan dengan maling berdasi yang menggarong uang negara hingga milyaran, mereka hanya menuntut dengan hukuman yang terkesan setengah hati. Perhatikan saja peradilan para maling itu. Rata-rata mereka hanya dituntut 5 – 10 tahun penjara untuk kejahatan penggarongan uang negara yang mereka lakukan. Masa iya garong milyaran rupihan tuntutannya disamakan dengan pencuri sandal jepit bekas yang harga nominalnya paling mahal 1000 rupiah saja.

Mungkin bahasa seperti bahasa hukum dan bahasa politik terlalu tidak pasti sehingga bisa ditafsirkan macam-macam tergantung subyektifitas masing-masing. Sekarang mari kita bicara dengan bahasa yang lebih pasti dan tentu saja lebih obyektif, yaitu bahasa Continue reading »

Bisakah Kita Segalak PNG?

Insiden pesawat tempur Indonesia yang hampir menabrak pesawat jet Falcon milik Papua Nugini mengelitik untuk dibahas. Bukan masalah hampir tertabraknya pesawat jet yang katanya berisi pejabat tinggi negara yang berbatasan langsung dengan negara kita itu yang menggelitik untuk dibahas. Tapi sikap galak Papua Nugini itu lho  yang menarik. Berani ya mengancam mau mengusir duta besar kita jika dalam waktu 48 jam pemerintah Indonesia tidak bisa memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut.

Kalau dilihat dari luas negara, Papua Nugini tentu tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia. Apalagi dari jumlah penduduk. 237 juta jiwa berbanding 6 juta saja. Tingkat ekonomi Papua Nugini juga tidak lebih bagus dari kita. PDB kita hampir dua kali PDB Papua Nugini. Lalu, apa yang membuat mereka begitu galak? Beda sekali dengan pemerintah kita. Setuju tidak jika  dikatakan kalau pemerintah kita sering terlihat sangat tidak bergigi jika berhadapan dengan negara lain. Jangan dulu lah dengan Malaysia yang sekarang mungkin telah lebih maju dari kita dari segi ekonomi. Dengan negara lain yang taraf sosial ekonominya lebih rendah dari kita saja dulu. Seperti contohnya Papua Nugini ini.

Bandingkan dengan kejadian berkali-kali kita dilecehkan oleh Malaysia dalam urusan perbatasan baik darat maupun laut. Berkali-kali, tapi pemerintah kita sepertinya lebih memilih berlindung dibalik kata-kata “kita siap berdiplomasi”. Pemerintah kita benar-benar tidak mengindahkan perasaan sebagian besar rakyat Indonesia yang sangat ingin melihat mereka bersikap bisa tegas. Kesannya malah pemerintah kita bisa galak ketika berhadapan dengan bangsa sendiri. Apa sih yang ditakutkan? Lha wong Papua Nugini saja berani. Kenapa kita tidak? Aneh. Benar-benar aneh. ***

 

Sandal Jepit, Hilangnya Rasa Kekeluargaan

Sandal jepitAkhirnya si siswa SMK divonis bersalah telah terbukti mencuri sandal yang katanya milik si briptu. Jika memang telah terbukti mencuri ya memang harus dihukum. Mau yang dicuri itu nilainya kecil atau besar, mencuri ya tetap saja mencuri. Mencuri itu melanggar hukum dan karenanya harus dihukum.

Tapi yang membuat tidak habis pikir itu, kok bisa ya kasus kaya begini sampai ke meja pengadilan. Dulu ada kasus nenek yang dihukum tiga bulan karena mencuri buah coklat yang kalau diuangkan nilainya tidak lebih dari 2500 rupiah. Sekarang malah ada lagi kasus pencurian sandal jepit. Sudahlah sandal jepit, bekas pula. Mungkin kalau di jual seribu rupiah juga ngga ada yang mau beli.

Di negara yang keadilan harganya sangat mahal seperti Indonesia ini, tentu saja kasus seperti itu bisa jadi isu nasional. Bahkan katanya kasus sandal jepit ini sudah mendunia. Media massa dari cetak, digital, sampai beling sudah sangat pasti akan dengan senang hati memblow-up berita mengenai sandal jepit ini. Kasihan sekali kita. Populer di dunia internasional karena isu seperti ini. Continue reading »

Easywork Enterprise 1.0 Akhirnya Dirilis Sudah

Easywork Enterprise 1.0Setelah melalui tahap pengembangan yang cukup panjang, akhirnya Easywork Enterprise bisa dirilis. Cukup lega rasanya karena awalnya, Easywork Enterprise dijadwalkan akan dirilis paling lambat pertengahan tahun 2011. Walaupun terlambat sekitar 6 bulan, tanggal 25 Desember 2011 yang baru lalu, Easywork Enterprise versi 1.0 resmi dirilis dan target pada akhir Februari depan versi 1.1 akan segera dirilis pula.

Jika Easywork Enterprise 1.0 khusus untuk menangani bagian akuntansi sebuah perusahaan, maka versi 1.1 dikembangkan dengan menambahkan modul account payable, account receivable, payable payment, receivable payment, dan cash ledger sehingga cocok juga digunakan pada bagian keuangan (finance).

Selain mewarisi semua fitur dan kemampuan versi 1.0, Easywork Enterprise versi 1.1 memiliki sebuah fitur unik yaitu yang disebut sebagai “jurnaling by itself” atau “menjurnal sendiri”. Yang dimaksud dengan menjurnal sendiri di sini adalah sistem akan otomatis mencatatkan transaksi yang terjadi ke dalam jurnal, misalnya pada saat timbulnya hutang atau piutang dan pada saat terjadinya pembayaran. Continue reading »